PERKEMBANGAN POLITIK PADA AWAL KEMERDEKAAN

Posted on Agustus 7th, 2010 in Tak Berkategori by afriza93aldiary

Pertempuran Surabaya

Tanggal 25 Oktober 1945

Kedatangan pasikan sekutu yang dipimpin brigjen A.W.S mallaby

Tanggal 30 Oktober 1945

F Pertempuaran di gedung bank internatio di jembatan merah

F Meninggalnya brigjen A.W.S mallaby

F Inggris memebri ultimatum agar rakyat surabaya menyerah pada sekutu ,tetapi secar resmi rakyat indonesia di wakili gubernur surabaya menolak

Tanggal 10 November 1945

F Pagi hari pasukan Inggris mengerahkan pasukan infanteri dengan senjata berat menyerang surabaya

F Bung Tomo berpidato di radio untuk memberi semngat rakyat Surabaya

F Keterangan : Terjadi pertempuran di Surabaya selama 3 minggu menyebabkan 6 ribu rakyat Surabaya gugur

Tanggal 7-13 Feb 1945

Pertempuran Surabaya berdampak luas di kalangan Internasional,bahkan masuk agenda sidang dewan keamanan PBB

Pertempuran Medan Area

Latar Belakang : Usaha sekutu untuk membebaskan orang-orang mereka dari tawanan Jepang.Pertempuran antar sekutu di tanah air yang digarakkan oleh Inggris dan Belanda berhadapan dengan para pemuda Indonesia bersama tentara keamanan rakyat.Konflik dipicu karena kehadiran bekas kolonialis dan dorongan semangat nasionalis dari pribumi Indonesia dalam mengatasi kemungkinan kembali bercokolnya koloni di Indonesia.

27 Agustus 1945

Rakyat Medan baru mendengar berita proklamasi

09 Oktober 1945

Pendaratan sekutu di Medan

13 Oktober 1945

TKR dan pemuda bertempur dengan sekutu

10 Desember 1945

Sekutu melancarkan serangan besar-besaran

15 Desember 1945

Pemasangan papan oleh sekutu

Agustus 1946

Pembentukan Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area

Bandung Lautan Api

LATAR BELAKANG

F Ultimatum dari sekutu agar kota Bandung bagian utara dikosongkan

F Para pejuang tidak rela kota bandung diduduki kembali oleh Belanda

F Sebagai upaya untuk tetap mempertahankan NKRI

WAKTU DAN TEMPAT

F Tanggal 24 Maret 1946

F Kota Bandung bagian selatan

PELAKU YANG TERLIBAT

F TRI (Tentara Republik Indonesia)

F Aruji Kertawinata

F Sutoko

F Nawawi Alif

F Kolonel Hidayat

GEDUNG YANG DIBUMI HANGUSKAN

F Indisch Restaurant (BRI Tower)

F Sarana umum

TUJUAN

F Agar sekutu tidak dapat menduduki dan memanfaatkan sarana-sarana vital yang ada

F Agar kota Bandung tidak dijadikan markas tentara Belanda

DAMPAK

F Terjadinya kebakaran besar di kota Bandung

F Lumpuhnya aktivitas ekonomi

F Suasana kota yang mencekam

Perundingan Linggarjati

Perundingan linggarjati adalah perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, jawa barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Pemrakarsa

F Indonesia

1. Sutan Syahrir (ketua)

2. Moh Roem

3. Susanto Tirtoprodjo

4. A.K. Gani

F Belanda

1. Schermenhorn (ketua)

2. Max Van Poll

3. F de Boer

4. HJ Van Mook

F Inggris

Lord Killearn (moderator)

Hasil Perundingan

Hasil perundingan terdiri atas 17 pasal. Tetapi terdapat 4 pokok, antara lain:

1. Belanda mengakui secara de facto wilayah RI, yaitu Jawa, Sumatra, Madura.

2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1946.

3. RI dan Belanda bekerja sama membentuk RIS.

4. Dibentuknya Uni-Indonesia Belanda.

Hasil ini ditandatangani tanggal 15 November 1946 di Istana Merdeka Jakarta. Dan diratifikasi kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947

Pro dan Kontra

Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

Pelanggaran Perjanjian

F Negara Indonesia mengalami kekalahan selangkah. Selanjutnya setelah terbentuk negara RIS pihak Belanda bertindak sewenang-wenang yang merugikan RI.

F Pada 30 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. Van Mook mengatakan bahwa belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, sehingga pada 21 Juli 1947 meletuslah Agresi Militer Belanda 1.




Post a comment